Sudah sejak lama saya berniat ke Tanjung Puting, melihat dari dekat kehidupan Orang Utan di habitat aslinya. Alhamdulillah kemarin saya berhasil melaksanakan impian saya tersebut.
Pada tanggal 6-8 Februari 2016 saya bersama beberapa teman berangkat ke Tanjung Puting. Menggunakan jasa Foretrip, sebuah jasa tour and travel organizer yang berpusat di Jakarta dan Lombok.
Perjalanan ini penuh kesan dan menyenangkan. Jadi saya sangat senang untuk bisa berbagi pengalaman ini. Biar ga bosen, saya bakal menuliskan perjalanan ini dalam beberapa tulisan yah :D
Buat kamu yang belum tahu tentang Tanjung Puting, ada baiknya mungkin saya perkenalkan terlebih dahulu. Ga usah yang detail dan lengkap kayak wikipedia yah, yang penting tergambar. Bener kan? :p
Kalau mau lengkap nanti googling ajah pasti banyak dapat informasinya.
Saya berangkat ke Tanjung Puting dengan menggunakan pesawat Trigana. Sengaja menggunakan pesawat ini agar bisa sampai agak pagi untuk mengejar feeding time hari itu di camp 1, Tanjung Harapan.
Sesampainya di Pangkalan Bun, kami segera dibawa menggunakan taxi airport menuju Kumai, dermaga yang cukup besar di Kalimantan Tengah. Kumai adalah salah satu pintu masuk ke Pulau Kalimantan lewat jalur laut. Kalau kamu mau ke Tanjung Puting dengan cara yang murah, naik kapal laut dari Semarang atau Surabaya bisa jadi pilihan kamu.
Taman Nasional Tanjung Puting adalah kawasan taman nasional yang terkenal karena konservasi orang utannya. Sebenarnya ada beberapa kawasan yang menjadi tempat konservasi orang utan, namun tidak semua tempat di buka untuk umum. Tanjung puting berbeda dengan konsevasi orang utan lain karena selain di buka untuk umum, cara menuju ke sanapun relatif unik, hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri dari Taman Nasional Tanjng Puting
Menurut saya, daya tarik Taman nasional tanjung Puting sebenarnya tidak saja terletak pada orang utannya, namun juga pada cara berwisataya. Selama 3 hari peserta akan mengarungi sungai sekonyer menggunakan klotog kapal khas tanjung puting.
Klotok pada umumnya yang biasanya terdiri dari 2 lantai. Lantai atas dipergunakan untuk kami para wisatawan. Di lantai atas tempat kami banyak menghabiskan waktu, mulai dari foto-foto, bercengkrama, makan, leyeh-leyeh, tidur. Sementara lantai bawah terdapat ruang kemudi, ruang istirahat crew, tempat menyimpan peralatan dan kebutuhan wisatawan, tempat memasak dan toilet. di beberapa Klotok kita bisa naik ke atap. Memandang keindahan alam sekitar sungai dari atas atap Klotok akan menimbulkan sensasi berbeda. tapi ingat yah, tunggu aba-aba awak kapal! Jangan sampai roboh atap nya karena ga kuat menanggung beban kita heheehe.
Selama perjalanan ini kami dmanjakan dengan pemandangan pinggir sungai yang hijau. Dari hutan hujan tropika dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan sekunder.
Di awal perjalanan, Pohon yang paling banyak terlihat sekitar pinggiran sungai adalah pohon nipah.
jika agak kedalam, ketika air sudah tidak lagi payau, pemandangan sepanjang sungai agak berbeda. pohon di kiri kanan sungai lebih beragam karena vegetasi alamnya yang mulai beragam pula.
Perjalanan kami kemarin menggunakan 1 kapal yang berisi 13orang, di tambah 5 awak kapal, sehingga total 18 orang. Cukup ramai memang. Kalau kata pak Kapten, untuk yang wisata 3 hari, jumlah ini terbanyak selama sejarah dia bawa kapal. Biasanya paling banyak dia bawa 1 kapal sekitar 5-6 orang untuk ukuran kapal beliau.
Saya juga merasa agak ramai. Bayangan saya sebelum berangkat, kami akan berjalan sekitar ber5/6 orang. Ternyata ber13! belum lagi ternyata pemilik kapal menyewakan 1 kapal lagi yang berisi rombongan lain. Jadi bisa dibilang pemilik kapal secara total membawa sekitar 25 orang. Menurut Pak Kapten karena pertimbangan efisiensi dan keselamatan, akhirnya 2 kapal ini kemana-mana bersama-sama.
Well bisa di bayangkan kan....
Rombongan yang cukup besar, dengan suka duka yang hahahaha lumayan deh.
Nanti saya ceritakan
Kalau mau tau kelanjutan kisahnya silahkan baca ceritanya di Tanjung Puting hari 1


No comments:
Post a Comment