Sunday, February 14, 2016

Tanjung Puting Hari 1.

aku lanjutin yah cerita perjalanan ku di Tanjung Puting.

Begitu tiba di dermaga Kumai, saya dan Ragil salah seorang peserta foretrip langsung foto-foto di dekat patung  kera dan di dekat tulisan selamat datang di Tanjung Puting. pokoknya sepanjang jalan isinya foto-foto deh. ga kenal panas ga kenal ujan. pokoknya foto-foto. hahahhaaa



Puas poto2 dan ga tahan sama panasnya, naiklah kami ke kapal. alhamdulillah crew ngerti banget dahaga kami. begitu datang kami di sambut dengan es buah yang maknyussss.
Seger banget di tengah hawa yang panas dan rasa lapar yang mulai mendera. Sayang saya lupa foto es buahnya. Udah gahar banget, ga kepikiran foto tuh es buah hahahaaa.
Awal yang menyenangkan ;)

Kami cukup lama tertahan di dermaga karena karena ternyata masih ada 3 mobil lagi yang belum datang. Kabarnya kehabisan taxi di bandara. maklum bandaranya lumayan kecil, jadi wajar kalau taxinya kurang. apalagi bisa di bilang pesawat yang kami tumpangi tadi penuh banget dan isinya 85% sepertinya akan melakukan aktivitas yang sama dengan kami. untung mereka segera datang, jita tidak mungkin kami akan minta tambahan es buah :D

Setelah peseta foretrip lengkap, kami pun capcuss berangkat menuju Taman Nasional Tanjung Puting.  Kurang lebih kayak begini deh kapal kami. Cukup besar dan nyaman untuk menjadi tempat tinggal selama 3 hari perjalanan kami.

jangan datang ke Tanjung Puting kalau takut Air.

Yes!! soalnya selama 3 hari kita berlayar di atas kapal (orang setempat menyebutnya klotok).
jangan bayangin yang serem-serem dulu yah. soalnya beneran deh perjalanan ini ga ada serem-seremnya. kami berpetualang, tapi pasti petualangan yang aman kok.
Kalau dari atas awan sungai yang kami telusuri bisa dibilang cukup tenang. Di sini pergerakan kapal terjadi hanya kalau kita berpapasan dengan kapal lain. Itupun ga lama dan ga kenceng-kenceng banget kok geraknya.


Tidak jauh dari pelabuhan kumai, setelah kurang lebih berlayar selama 5menit, kapal kami berhenti.
kami memasuki anak sungai yang namanya sungai sekonyer. Di sini kami disambut oleh patung selamat datang di Taman nasional Tanjung Puting.

akh semakin ga sabar nieh menunggu petualangan dengan orang utan.

Sungai sekonyer, lebar sungai jauh lebih lecil sehingga kanan kiri sungai nampak cukup dekat. langit biru dan awan putih tinggi di langit di tambah dengan angin sepoi-sepoi dari depan dan kanan kiri kapal menambah kenikmatan perjalanan kami.
Bersyukur kapal kami di kasih 4 kursi rotan di bagian depan kapal, sehingga kami bisa duduk nyaman di sana memandang ke depan.  Lantai bagian depan kapal sebenarnya bersih, jadi ga masalah walaupun harus duduk di lantai, tapi kursi ini selalu menjadi rebutan kami.
kursi ini kosong hanya kalau siang terik, sedang hujan, atau kami sedang makan ;) :p hahahaa.

Ga lama setelah masuk sungai sekonyer makan siang disuguhkan.... nyam-nyam nyam... ini bukan promosi, tapi serius makanannya enak. walaupun hidup di kapal, kami tahu kami ga akan kesulitan makan apalagi kelaparan! hahaha. Menunya selalu lengkap. Nasi, sayuran, protein hewani dan nabati serta selalu ada buah-buahan. Pacar Bulenya Hanna, peserta trip yang vegetarian, pun tidak bermasalah dengan makanan yang di sajikan. karena selalu ada yang bisa dia makan dan pasti enak.


Intinya soal makanan mah endessss, enaakkk, maknyusss. Tuh makanan yah pasti selalu habis. Selalu ludes des des, kecuali nasi kali yah. hehehe

Satu hal yang saya perhatikan selama perjalanan kami bersama foretrip, saat makan kami pasti berhenti dulu. Ga pernah kami makan dalam kondisi kapal bergerak. Walhasil kami jadi sempat ngobrol dengan kapten kapal. Pak kapten selalu naik ke atas dan sedikit berbincang-bincang bersama kami. Pemandu perjalanan kami Mas Ari pun, sering berada di sekitar kami. Beliau selalu berbagi  fakta, maupun cerita tentang apa saja seputar Tanjung Puting dan kehidupan masyarakatnya. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan penambah ilmu maupun memperkaya pengalaman kami.

Baru di sini saja saya dan rekan-rekan udah merasakan kesenangan dan kebahagiaan. Apalagi kalau sudah ketemu orang utan yah....
akhhh makin ga sabar.

Baca kisah seanjutnya nanti di Tanjung Harapan
*Biar makin penasaran hihihihihi

No comments:

Post a Comment