Sekarang saya sering bingung ketika ada yang bertanya seperti ini.
saya ingin kuliah S2.
saya ingin di usia 30 tahun jadi manager.
saya ingin punya usaha sendiri.
dll
Saya tahu apa yang saya mau.
Semuanya dengan mudah saya sebutkan.
Karena semua tergantung saya.
Saya yang mengkontrol mimpi saya.
Saya bisa membuat mimpi itu terwujud atau tidak.
Namun sekarang ketika semua sudah tercapai, ketika ada yang bertanya apa mimpi mu?
Saya tidak yakin saya bisa menjawab pertanyaan tersebut selugas dulu.
Saya rasa saya akan mulai bingung.
Saya pun mulai menggali mimpi saya
Harapan saya
Bukannya mendapat jawaban dari pertanyaan itu, malah muncul pertanyaan-pertanyaan lain.
Apakah ini layak jadi mimpi ?
Apakah itu mimpi atau sebuah norma umum yang biasa terjadi di masyarakat?
Akhirnya saya berhenti mencari jawabannya
Lelah.
Dan benar saja
Ketika tadi pagi ada yang bertanya apa mimpi saya.
Saya hanya bisa menjawab punya anak
Usaha makin maju
Bisa naik haji dengan suami
Apakah saya puas dengan mimpi saya ini?
TIDAK .
Saya yang terbiasa meyusun mimpi setinggi bintang di langit merasa itu bukan mimpi
Saya merasa saya hanya mengikuti jalur. kebiasaan. norma yang umum terjadi.
Hemmmm....
Kemana larinya saya yang dulu?
Mungkin saya masuk pada tahapan ketika saya sudah tidak butuh apa-apa lagi?
Atau saya hanya butuh sesuatu untuk mengembalikan saya yang dulu?
Well
Biarkan waktu yang menjawab
Saya tunggu jawabannya kkkkk
ReplyDelete